Checksum File di Windows

Assalamualaikum wr, wb

Checksum file atau hash sum file?? apaan sih?? Mungkin ada sebagian orang yang belum mengetahui hal ini. Sebuah checksum atau hash sum adalah nama ukuran tetap dihitung dari blok data digital secara acak untuk tujuan mendeteksi kesalahan yang terjadi selama transmisi atau penyimpanan. Integritas data dapat diperiksa pada waktu berikutnya oleh recomputing checksum dan membandingkannya dengan disimpan satu. Jika checksum tidak cocok, data itu hampir pasti diubah (baik sengaja atau tidak sengaja).

Prosedur yang menghasilkan checksum dari data ini disebut checksum checksum fungsi atau algoritma. Algoritma checksum yang baik akan menghasilkan hasil yang berbeda dengan probabilitas tinggi saat data secara tidak sengaja rusak.

Fungsi checksum terkait dengan hash functions, fingerprints, randomization functions, and cryptographic hash functions. Namun, masing-masing konsep memiliki perhitungan sendiri-sendiri. Beberapa kode koreksi kesalahan didasarkan pada checksum khusus yang tidak hanya mendeteksi kesalahan umum, tetapi juga memungkinkan data asli dapat dikembalikan dalam kasus-kasus tertentu.

Pengertian diatas saya ambil dari wikipedia, mungkin jika disederhanakan checksum dapat diartikan sebagai nama atau kode asli dari sebuah file yang diambil dari byte file itu sendiri. Pernah download file dari Internet kan?? Misal kita download suatu file dari warnet yang di kompres menggunakan 7zip. Tapi setelah selesai di download, kok pas di extract muncul error dan tidak bisa digunakan. Terus gimana caranya mengetahui file itu rusak atau tidak?? Hal itu bisa anda ketahui dengan memeriksa CRC32 atau MD5 dari suatu file itu.

Ada berbagai konsep hash sum yang kita ketahui seperti : Adler32, CRC16, CRC32, MD2, MD4, MD5, SHA-1, SHA-256, SHA-384, SHA-512, RIPEMD-128, RIPEMD-256, RIPEMD-320, Tiger, Whirpool. Wow… banyak juga y!!! Hehehehe, mungkin akan pusing jika kita disuruh menghafal kesemua algoritma file-file tersebut. Masing-masing penamaan dan konsep Hash-Sum diatas memiliki beberapa kegunaan yang berbeda pada sebuah pemeriksaan data. Tetapi yang sering kita jumpai mungkin hanya beberapa saja, seperti : MD5, CRC32, SHA-1.

MD5

MD5 (Message-Digest algortihm 5) ialah fungsi hash kriptografik yang digunakan secara luas dengan hash value 128-bit. Pada standart Internet. Algorime hashing satu arah yang menghasilkan hash 128 bit. Baik MD5 maupun secure hash algorith (SHA) adalah variasi dari MD4 dan dirancang untuk memperkuat perlindungan algoritme hashing MD4. Cisco menggunakan hash untuk autentikasi dalam kerangka kerja IPSec. Juga digunakan untuk autentikasi pesan dalam SNMP v.2. MD5 menguji integritas komunikasi, membuktikan keaslian asal pesan, dan memeriksa ketepatan waktu.

MD5 adalah salah satu dari serangkaian algortima message digest yang didesain oleh Profesor Ronald Rivest dari MIT (Rivest, 1994). Saat kerja analitik menunjukkan bahwa pendahulu MD5 — MD4 — mulai tidak aman, MD5 kemudian didesain pada tahun 1991 sebagai pengganti dari MD4 (kelemahan MD4 ditemukan oleh Hans Dobbertin).

CRC32

Cyclic Redundancy Check (CRC) adalah salah satu fungsi hash yang dikembangkan untuk mendeteksi kerusakan data dalam proses transmisi ataupun penyimpanan. CRC menghasilkan suatu checksum yaitu suatu nilai dihasilkan dari fungsi hash-nya, dimana nilai inilah yang nantinya digunakan untuk mendeteksi error pada transmisi ataupun penyimpanan data. Nilai CRC dihitung dan digabungkan sebelum dilakukan transmisi data atau penyimpanan, dan kemudian penerima akan melakukan verifikasi apakah data yang diterima tidak mengalami perubahan ataupun kerusakan. CRC32 32 juga melambangkan panjang checksum dalam bit. Bentuk CRC yang disediakan untuk algoritma sesuai dengan ide pembagian ”polynomial”. Dan hal ini digunakan untuk memperhitungkan checksum yang sama dari seluruh algoritma CRC. Algoritma CRC adalah cara yang bagus dan teruji untuk pengecekan byte dalam jumlah besar dari suatu file yang telah termodifikasi maupun tidak. Algoritma ini mencari lewat seluruh jumlah byte dan menghasilkan angka 32 bit untuk menggambarkan isi file. Dan sangat kecil sekali kemungkinan dua stream dari byte yang berbeda mempunyai CRC yang sama. Algoritma CRC32 dapat diandalkan juga untuk mengecek error yang terjadi dalam urutan byte. Dengan CRC32 kemungkinan perubahan standar (penyimpangan dari penghitungan CRC terhadap file) yang terjadi dapat dikendalikan. Perkembangan teknologi dan informasi membawa perubahan besar dalam penggunaan metode Checksum CRC32. (sumber)

Heheheh… ribet banget sih!! memang begitu pada kenyataannya. Checksum atau hash-sum memang sangat diperlukan untuk pemeriksaan keaslian suatu data atau file pada komputer. Nah… yang jadi permasalahan, masa kita harus jumlah dan hitung satu-satu sih algoritma dari crc32 untuk dapat hasil crc32 dari file x. Tidak usah khawatir, bagi orang awan seperti saya ini ada cara mudah mengetahui hasil checksum file tertentu. Banyak program yang dapat digunakan untuk mengetahui hasil checksum, salah satunya adalah Hastab.

Program ini akan mengintegrasikan hasil checksum dengan properties file windows. Jadi jika kita ingin mengetahui hasil checksum suatu file, cukup klik kanan file tersebut dan pilih tab File Hashes. Download Program tesebut disini Hastab

Wassalamualikum wr, wb

One thought on “Checksum File di Windows

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s